Aku TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." Yehezkiel 36:26. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang
Kanselalu kujawab panggilanMu. Tuhan kuberikan semuanya. Tubuh jiwa rohku relakan semuanya. Ku ingin menyenangkanMu selalu. Kan selalu kujawab panggilanMu. Ajari aku mengerti perasaanMu. Mengerti detak jantungMu. Biarkan aku punya. Keintiman hanya denganMu.
Ayubmerupakan orang yang percaya; ia tahu bahwa Allah bertakhta dan berdaulat, meskipun ia tak mengerti mengapa berbagai macam tragedi menimpanya. Ayub adalah seorang yang "saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan" (Ayub 1:1). Ia mempunyai sepuluh anak dan merupakan orang yang kaya.
DalamMatius 11:29, Tuhan Yesus berkata, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan". Kita melihat dalam dua ucapan bahagia, miskin rohani, berdukacita, ini artinya hanya relasi kita dengan Allah.
Karenatentunya kita tidak ingin hanya biasa-biasa saja dan hanya di pelataran. Tuhan mengatakan bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah hidup intim dengan Tuhan, terus berkenan dengan-Nya. Semakin kita melekat dan mengerti hati-Nya Tuhan maka kita akan diterima oleh Tuhan.
Tidakada yang mengerti hati ini, hanya Tuhan yang maha tahu. Sakit hati ini. Hanya Tuhan yang mengerti, di saat semua orang mengarahkan telunjuknya kepadaku. Hanya Tuhan yang tahu apa isi hati ini. Orang-orang hanya bisa melihat apa yang di depan mata, tapi Tuhan melihat hati. Orang-orang hanya dapat menerka-nerka lewat sikap, perilaku dan
Artinya kita kemudian menyogok Tuhan dengan persembahan kita. Padahal ayat ini tidak dapat kita artikan demikian, melainkan diterjemahkan sebagai sikap hati. "siapa yang menabur sisa akan menuai sisa, siapa menabur dengan murah hati, karena ia akan menuai kemurahan". Jadi, bukan masalah besar-kecil, tetapi sikap hati dalam memberi yang
AAdI.
hanya tuhan yang mengerti hati dan perasaanku